Penculikan Gadis Berjilbab
sore hari aku dani (24) sedang duduk santai diteras, duduk sambil ngopi
dan melihat keadaan sekitar memang mantap dilakukan, aku lihat
orang-orang wara-wiri berjalan didepan rumahku. Tapi pandanganku tertuju
saat lewatnya seorang gadis berjilbab. Wajahnya begitu damai kulihat,
bersih bercahaya, dan aku menyukainya. Namanya ayu septia (22) tapi aku
panggil dia septi. seorang mahasiswi tingkat akhir dan juga tetanggaku.
Ayu tinggal sendirian karena ia merantau Aku selalu membayangkan bisa
bersama dan menikmati tubuhnya yang sudah pasti masih suci dari sentuhan
lelaki. Saat aku beli sesuatu diwarung, ayu pun berbelanja di warung
yang sama, “beli roti bu, sama mesis dan menteganya sekalian..” katanya,
kata-katanya begitu lembut dan santun, tak sadar mataku terus tertuju
padanya. “mas dani kenapa? Kok ngeliatnya begitu?” Tanya septi heran,
“ah nggak kok..lagi ngeliat itu aja bungkus kopi..hehehe..” jawabku dan
septi pun hanya bisa tertawa mendengar jawabanku. “septi, malam minggu
nanti ada acara gak?” tanyaku, “emang kenapa mas?” jawabnya, “kita jalan
yuk..nonton bioskop..” jawabku, “maaf mas bukannya septi gak mau, tapi
septi pasti gak diijinin sama ibu dan bapak..maaf ya mas..” jawab septi,
“ooo yaudah deh gak apa-apa..” jawabku sedikit kecewa, “aku duluan ya
mas..” sahutnya, dan septi pun pergi pulang.
Dirumah aku pun masih memikirkan hal tadi, “seandainya aku bisa miliki
septi..” batinku berkata. Lalu aku pun nonton film, dan di film tersebut
ada sebuah adegan penculikan, dimana si perempuan diikat dan digarap
sampai diperkosa. Sempat muncul pikiran itu untuk melakukannya terhadap
septi, tapi aku masih ragu untuk melakukannya. Setelah memikirkan
caranya, akhirnya aku pun mantap untuk melakukannya terhadap septi. Aku
perhatikan setiap hari jam pulang septi dari kampus, dan setelah
seminggu mengintai, akhirnya aku tau jadwal kuliah septi yang membuatnya
pulang hampir larut.
Malam itu sekitar pukul 10 malam, septi pun lewat depan rumahku. Aku pun
bersiap dengan sapu tangan yang sudah aku lumuri dengan chloroform dan
aku pun bersembunyi dibalik pagar. Dan ketika septi melewatiku, langsung
aku aku bekap mulut septi dengan saputangan bius yang aku siapkan tadi,
“mmmppphhh mmmppphhhhh..” septi pun meronta sambil mencoba melepaskan
tanganku yang membekap mulutnya. “mmmpphhh mmpphhhh mmpphhh..” septi pun
meronta dan lama kelamaan rontaannya pun melemas dan akhirnya septi pun
pingsan. Setelah septi pingsan, aku bopong tubuhnya ke rumahku dan aku
baringkan di kamarku. Lalu aku ambil tali dan aku ikat pergelangan
tangan septi menyiku, lalu aku ikat juga bagian payudara dan lengannya.
Lalu sebagai tindak pencagahan saat ia tersadar, aku pakai topeng untuk
menyamarkan wajahku agar tidak dikenalinya. Lalu aku ikat pergelangan
kaki, betis dan lututnya. Lalu aku gumpalkan saputangan dan aku
sumpalkan kemulutnya lalu aku tutup mulutnya dengan sapu tangan lainnya
yang aku lipat persegi panjang dan menutupi mulutnya lalu aku tutup lagi
mulut dan hidungnya dengan jilbab yang dipakainya. “mmmpppphhh
mmmppphhhh..” septi pun tersadar. Aku elus-elus payudaranya, “mmmpphhh
mmmppphhh..” septi pun meronta panik karena tubuhnya sedang digerayangi
olehku, septi pun hanya bisa meronta karena tubuhnya aku ikat dan
teriak pun sudah tidak bisa karena mulutnya sudah penuh dengan sumpalan.
“mmmppppphhhh mmmppphhh mmmppphhhh..” erang septi panic. “hhhmmmm..kamu
tenang aja ya..kamu bakal aku kasih kenikmatan yang berbeda buat
kamu..hehehehe..” kataku sambil berbisik ditelinganya dan aku cium
pipinya, “mmmmmppppphhhh mmmmpppphhhhh..” septi pun menangis
mendengarnya. Aku terus elus-elus payudaranya sambil aku jilat-jilat
leher septi, “mmmmppphhhh mmppphhh mmmppphhhh..” erang septi. Aku
jilat-jilat dan isep-isep leher dan telinga septi agar ia terangsang,
“mmmpphhh mmpphhh mmpphhh..” erangnya. “kamu nikmatin ya..hehehe..” lalu
aku buka kancing bajunya dari atas kebawah, lalu aku singkap bra septi
keatas lalu aku jilat-jilat putting dan payudara septi, “mmmmmmppphhhhh
mmmmppphhhh..” erang septi terkejut saat bibirku mulai mencium dan
menjilati payudaranya. Aku tutup mata septi agar ia bisa merasakan
kenikmatan rangsanganku. Lalu aku buka kancing celana septi, lalu aku
plorotin celana dan CD septi, aku elus-elus vagina septi sambil aku
jilat-jilat payudaranya, “eemmmhhhh mmmmppphhhh..” erang septi. Terasa
payudaranya mulai mengeras karena rangsanganku, aku teruskan menggarap
tubuhnya. “eeemmmppphhh mmmppphhh..” erangan septi berubah menjadi
desahan kenikmatan, aku isep-isep putting payudaranya sambil aku
elus-elus terus vaginanya. septi pun hanya bisa meronta menggeliat
karena kegelian didaerah vitalnya sambil memejamkan matanya. “mmmppphhhh
mmmpppphhh..” erang septi. Aku percepat elusan divaginanya sambil aku
isep-isep terus payudaranya yang semakin mengeras, “mmmmmpphhh mmmpphhh
mmmmpppphhhhh..” tanganku pun tiba-tiba terasa hangat dan seketika tubuh
septi pun mengejang. Septi pun orgasme, dan septi pun hanya bisa
merintih karena lemas. “mmmmpphh mmpphh mmmpphhh..” erang septi lemas,
“enak kan rasanya sayang? Hehehehe..” ledekku, septi pun marah dan
langsung memelototiku sambil meronta-ronta dan berteriak dibalik
sumpalannya, “mmmpppphhhh mmmmppphhhh mmmppphhhhh!!” protes septi dari
balik sumpalannya, “kenapa? Kurang ya? Oke deh aku tambahin
lagi..hehehehe..” lalu aku mulai elus-elus lagi vaginanya dan mulai aku
jilati vaginanya yang basah karena orgasme, “mmmmpphhh mmmmppphhhhh!!”
jerit septi karena menolak perlakuanku. “mmmmmppphhhh mmmppphhhh!!”
protesnya tidak aku gubris, aku pun melanjutkan menjilati vaginanya dari
sisa-sisa spermanya. Aku jilati vagina dan selangkangannya yang
membuatnya menggelinjang kegelian dan semakin keras meronta. “mmpphhh
mmmppphh mmpphhh..” erangan septi yang diikuti dengan tangisannya. Aku
terus jilati dan isepin vaginanya biar bersih. Aku terus isep-isep
vaginanya sambil elus-elus paha dan selangkangannya. “mmmpphhh
mmppphhh..” erang septi sambil meronta dan menggelengkan kepalanya
menolak perlakuanku. Aku remas-remas lagi payudaranya sambil terus aku
jilat dn isep-isep vaginanya. aku tarik-tarik dan pilin-pilin putting
payudranya yang masih merah dan tidak pernah tersentuh cowok. Aku mainin
terus putingnya sambil aku jilat-jilat vaginanya. septi pun meronta
semakin menjadi karena rangsanganku, “mmmpphhh mmmpphh mmpphhh..” septi
pun mengerang saat aku pilin-pilin putting dan jilat-jilat vaginanya.
aku isep-isep vaginanya dengan keras dan septi pun menggelinjang.
“mmmmpppphhhh mmmmppppphhhh mmmppppphhhhh..” erang septi sambil meronta
dan geleng-geleng kepalanya. Payudara septi pun kembali menegang tanda
ia ingin orgasme lagi, “mmmmmpppphhhh mmmpphhhh mmmmppphhhhhh..” dan tak
lama kemudian septi pun orgasme untuk yang kedua kalinya. Aku elus-elus
rambutnya dan aku cium keningnya. “mmmppphhh mmmpphhh..” erang septi
lemas karena 2 kali dibuat orgasme olehku. Lalu aku ambil air hangat di
baskom dan handuk kecil. Lalu aku bersihkan vagina septi dengan handuk
kecil yang aku rendam dengan air hangat. Setelah bersih, aku pakaikan
lagi CD dan celananya, lalu aku betulkan lagi bra dan aku kancingkan
lagi dan aku rapikan bajunya. Lalu aku lepas sumpalan di mulutnya,
karena merasa terlalu lemas, septi pun tidak berteriak saat aku lepas
sumpalannya. Aku pakaikan lagi jilbabnya lalu aku cium keningnya. Ku
lihat jam sudah menunjukn jam 2 malam. “kamu siapa? lepassiinn
akuu..akku mau puulaaanngg..” rengeknya, “iya kamu pasti aku lepasin
kok, tapi gak sekarang soalnya masih malam..” jawabku, “gak mau aku mau
pulang sekarang aja..lepaassiinn akuu..eeegghhhh..” jawab septi sambil
meronta mencoba melepaskan ikatan ditubuhnya. Lalu aku ambil sapu tangan
dan aku lumuri lagi dengan chloroform. “udah kamu tidur dulu aja
disini..” kataku sambil membekap mulut dan hidungnya, “mmppphhhh mmpphhh
mmpphhh..” erang septi, karena tidak adanya perlawanan dari septi dan
ditambah kondisinya yang sudah lemas, akhirnya tak lama kemudian septi
pun pingsan. Aku lepas ikatan di tangan, lengan dan payudaranya, lalu
aku lepas juga ikatan di kakinya. Aku biarkan dulu septi tidur, dan
sekitar jam 4 pagi, aku bopong tubuhnya dan aku antar pulang kerumahnya.
Aku dudukan ia dikursi di teras rumahnya, lalu aku pun pulang.
Pagi harinya, rumah septi pun heboh karena ia tidak pulang semalaman dan
tidur diluar. Mudah-mudahan saja ia tidak menceritakan kejadian
semalam, tapi kalaupun ia cerita ia gak tau siapa pelakunya.
TAMAT
http://ceritabondageindonesia.blogspot.co.id/2014/02/penculikan-gadis-berjilbab.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar